malam gelap tanpa sedu penuh syahdu
alunan goresan aspal terngiang dihulu mimpiku
terbayang apakah kelak akan menggerutu
dengan kelakuan sang merah bara bertanduk kelu
tumpukkan hujan hilir berganti
jiwa dan raga kokoh tak ada kembali
julur awan hentikan naluri
untuk berputar ku pantang kembali
No comments:
Post a Comment