Sungguh
Ku tak bisa tidur malam ini
Dalam gelap dan sunyi terasa meriah di dada dan kepala
Kau lagi?!?!
Kembali tumpah pertempuran hati
Antara rindu dan juga benci
Sungguh
Baru ku sadari
Selama ini hanya benci dan amarah yang membuatku begini
Bukan rindu
Aku marah!
Aku marah pada diriku sendiri
Marah sampai menangis
Menangis dalam kenapa
Merintih terus tak terima
Aku lelah berpura-pura!
("Ini hati bukan kulit sapi
Yang bisa kau jahit menjadi barang pajangan setelah kau sobek dan kau tusuk oleh jarum tanpa benang")
Nona, doakanlah
Malam ini saksinya
Ku mau rindu tuk merindu
Kan ku coba tuk menatap kembali simpul putri penuh tanda tanya
No comments:
Post a Comment