Menyelotehimu yang masih memandangi layar sebelum tidur ikut menjadi rutin
Mengigau di tahap 2 NREM sudah jadi hal yang lumrah
Perbincangan sangat tidak penting sampai ke perdebatan oksitosin dan adu nasib pun mewarnai malam
Tawamu yang menyebalkan telah duduk manis di atrium kiri hati
Genggaman tangamu yang kecil itu bisanya mampu membuatku berkeringat
Dekapan lenganmu yang sempit bisanya memicu jantungku berdebar
Senang menyambut kembalinya kupu-kupu di perut
Mengetahui sosokmu ada di dunia sudah cukup bagiku
Apalagi berada di dekatmu yang membuatku merasa beruntung tak karuan
Melihat dambaanku secara nyata semakin tervalidasilah semuanya
Bahwa mimpi memang benar bisa jadi nyata
Kita memang tidak bisa tahu kemana semesta akan membawa
Tapi yang ku tahu bahwa aku bertanggung jawab penuh akan yang terjadi pada masa depanku
Masa depanku ingin kurajut bersama orang sepertimu
No comments:
Post a Comment