Tuesday, December 15, 2020

Thursday, December 10, 2020

Astaga Lucunya Kita Berdua

Akhirnya...

Bangun pagi kali ini dengan hati yang lebih tenang

Memang malam tadi masih sulit tidur memikirkanmu

Tapi kini kita sudah tidak abu-abu


Dua insan yang berani mengikhlaskan padahal sayangnya luar biasa dalam

Dalam yang bisa menjadikan batu luluh, dan menjadikan lembut lebih kuat

Sumpah, pengalaman ini luar biasa uniknya

Bagaimana cinta yang buat gila menyuruh mereka menunggu sementara (tak ada kepastian)


Tidak waras


Tapi setidaknya sekarang sudah lega bukan?

Bukan karena terucap kata teman, jujur saja aku ogah jadi temanmu

Tapi karena kita sudah sama-sama mencoba sedikit memperbaiki inti masalah

Bukti sayang kita berdua.. astaga beraninya....


Kamu hebat

Spesfikasi diri kamu tidak dibentuk untuk menghadapi ini

Mungkin aku lebih batu, lihat saja puisi dibawah kutulis 3 tahun tentang sulit merelakan seseorang

Hatiku kalau punya otot bisa minder Ade Rai


Aku akui, aku terlalu jahat

Kamu ingat kuucap setiap orang terbentuk dengan bagaimana mereka diperlakukan cinta sebelumnya?

Aku ternyata terbentuk lebih jahat

Waktu itu aku diberi kesempatan kedua, diterima, walau ujungnya harus kandas


Dari lubuk hatiku yang paling dalam aku menyesal kenapa tak terucap kata-kata kesempatan kedua sejak awal

Permintaanmu untuk mencoba memperbaiki dulu aku mentahkan

Aku akui itu keputusan buruk

Bukannya langsung saja kuberi tahu masalahnya apa ketimbang membiarkanmu berpikir lama sekali. 3 minggu ya Tuhan...


Well, once we make a wrong decision then make the new one

Kita sepakat mulai lagi jadi teman tanpa ekspektasi apapun

Harus ikhlas akan apapun dan siapapun yang akan datang kedepannya

Kita hebat sekali sayang. Kita hebat. Kita hebat


Aku rasa tidak ada lagi yang ingin kuucap tentang problema kita

Aku lega sudah mencoba, kamu lega sudah mencoba. Kita lega sudah bicara

Kita cuma bisa berencana, sisanya Tuhan yang menentukan

Kita jalani saja dulu semuanya ya


Jangan berkecil hati, itu tanda kamu menyalahkan semuanya

Jangan mengeluh, tapi silahkan kalau kamu mengaduh

Kita syukuri nikmat yang kita miliki sekarang

Dan fokus mengejar cita-cita agar nanti lebih indah saat kembali bersua




Tuesday, December 1, 2020

Kaki Di Kepala, Kepala Di Kaki

Kau bilang kau paham, tapi belum sayang

Kau bangga ucap keluargamu sudah paham

Ya aku bangga, bertanggung jawab

Bagaimana dengan keluarga saya? Perasaan saya?


Kalau yang kau pikirkan masih tentang kamu dan dirimu berarti memang ini pelajaran yang tepat bagimu

Sudah lebih seminggu dan belum terucap kata-kata kita dari kamu

Sungguh khawatir pasti  banyak ucapanku yang kau tidak mengerti tapi kau anggukki

Tapi ya begitulah orang kita, ditanya apa jawabnya iya


Semoga kamu paham suatu hari nanti, bahwa dunia ini tidak bisa selamanya menuruti keinginanmu

Semesta punya algoritmanya sendiri, kau tahu itu

Kuharap kamu cepat sadar. Aku mau dihubungi kamu yang waras

Bab Baru Patah Hati

 Lucu saja

Tak aku sangka akan buka bab baru patah hati

Terimakasih Tuhan pelajarannya

Tiga Bulan

Hari ini langit mendung lagi

Sama seperti perasaan dari pagi

Aku sedih, karena rindu tiada henti

Ku pergi biar dia belajar mandiri


Ku pergi karena memang dia sulit aku maafkan lagi

Tapi heran kok sepertinya mulai luluh hati ini

Melihat dia menangis dari malam ketemu pagi

Tidak tidak tidak. Ini kasian saja kali


Gak sudi kalau cinta datang karna kasihan

Karena rasanya akan kaya ‘apa-apaan???’

Yasudahlah biar saja pahitnya kutelan

Kalau memang mantap, pasti ada jalan. Bukan karena kasihan