Coba pikirkan sejenak,
Sudah bersyukur belum?
Akhirnya...
Bangun pagi kali ini dengan hati yang lebih tenang
Memang malam tadi masih sulit tidur memikirkanmu
Tapi kini kita sudah tidak abu-abu
Dua insan yang berani mengikhlaskan padahal sayangnya luar biasa dalam
Dalam yang bisa menjadikan batu luluh, dan menjadikan lembut lebih kuat
Sumpah, pengalaman ini luar biasa uniknya
Bagaimana cinta yang buat gila menyuruh mereka menunggu sementara (tak ada kepastian)
Tidak waras
Tapi setidaknya sekarang sudah lega bukan?
Bukan karena terucap kata teman, jujur saja aku ogah jadi temanmu
Tapi karena kita sudah sama-sama mencoba sedikit memperbaiki inti masalah
Bukti sayang kita berdua.. astaga beraninya....
Kamu hebat
Spesfikasi diri kamu tidak dibentuk untuk menghadapi ini
Mungkin aku lebih batu, lihat saja puisi dibawah kutulis 3 tahun tentang sulit merelakan seseorang
Hatiku kalau punya otot bisa minder Ade Rai
Aku akui, aku terlalu jahat
Kamu ingat kuucap setiap orang terbentuk dengan bagaimana mereka diperlakukan cinta sebelumnya?
Aku ternyata terbentuk lebih jahat
Waktu itu aku diberi kesempatan kedua, diterima, walau ujungnya harus kandas
Dari lubuk hatiku yang paling dalam aku menyesal kenapa tak terucap kata-kata kesempatan kedua sejak awal
Permintaanmu untuk mencoba memperbaiki dulu aku mentahkan
Aku akui itu keputusan buruk
Bukannya langsung saja kuberi tahu masalahnya apa ketimbang membiarkanmu berpikir lama sekali. 3 minggu ya Tuhan...
Well, once we make a wrong decision then make the new one
Kita sepakat mulai lagi jadi teman tanpa ekspektasi apapun
Harus ikhlas akan apapun dan siapapun yang akan datang kedepannya
Kita hebat sekali sayang. Kita hebat. Kita hebat
Aku rasa tidak ada lagi yang ingin kuucap tentang problema kita
Aku lega sudah mencoba, kamu lega sudah mencoba. Kita lega sudah bicara
Kita cuma bisa berencana, sisanya Tuhan yang menentukan
Kita jalani saja dulu semuanya ya
Jangan berkecil hati, itu tanda kamu menyalahkan semuanya
Jangan mengeluh, tapi silahkan kalau kamu mengaduh
Kita syukuri nikmat yang kita miliki sekarang
Dan fokus mengejar cita-cita agar nanti lebih indah saat kembali bersua
Kau bilang kau paham, tapi belum sayang
Kau bangga ucap keluargamu sudah paham
Ya aku bangga, bertanggung jawab
Bagaimana dengan keluarga saya? Perasaan saya?
Kalau yang kau pikirkan masih tentang kamu dan dirimu berarti memang ini pelajaran yang tepat bagimu
Sudah lebih seminggu dan belum terucap kata-kata kita dari kamu
Sungguh khawatir pasti banyak ucapanku yang kau tidak mengerti tapi kau anggukki
Tapi ya begitulah orang kita, ditanya apa jawabnya iya
Semoga kamu paham suatu hari nanti, bahwa dunia ini tidak bisa selamanya menuruti keinginanmu
Semesta punya algoritmanya sendiri, kau tahu itu
Kuharap kamu cepat sadar. Aku mau dihubungi kamu yang waras
Lucu saja
Tak aku sangka akan buka bab baru patah hati
Terimakasih Tuhan pelajarannya
Hari ini langit mendung lagi
Sama seperti perasaan dari pagi
Aku sedih, karena rindu tiada henti
Ku pergi biar dia belajar mandiri
Ku pergi karena memang dia sulit aku maafkan lagi
Tapi heran kok sepertinya mulai luluh hati ini
Melihat dia menangis dari malam ketemu pagi
Tidak tidak tidak. Ini kasian saja kali
Gak sudi kalau cinta datang karna kasihan
Karena rasanya akan kaya ‘apa-apaan???’
Yasudahlah biar saja pahitnya kutelan
Kalau memang mantap, pasti ada jalan. Bukan karena kasihan