Monday, October 18, 2021

Bisa-Bisanya Begini

Tanggal 12 kemarin selesai masa probation di kantor
Menandakan juga bahwa sudah 3 bulan lebih kita mengenal
Bertengkar sudah, 
saling memendam emosi sudah,
saling adu nasib ya setiap hari.
Bisa-bisanya kita masih betah

Lucu ya,
Kalau dipikir pakai logika 2 orang keras kepala dibenturi ya pasti ada yang hancur
Gak ada yang mau ngalah
Tapi ini juga gak ada yang mau ngalah untuk pergi
Bisa-bisanya kita masih betah

Belakangan perasaan semakin merekah
Ku merasakan juga hal yang sama darimu
Nyaman semakin nyaman
Terbiasa makin terbiasa
Terima makin terima
Bisa-bisanya para egois masih berdekatan

Kamu berikan sesuatu yang kumau selama ini
Aku mau dilihat lemah
Dilihat manja dan tak tahu arah
Karena sesungguhnya memang begitu
Jangan mau mengikuti komplain dariku kalau salah
Bantah dan gampar kalau bisa

I hope you're the one who'll be my second thought.
I'll be waiting.

Friday, August 13, 2021

Judulnya Belum Ada

Celotehan tiap malam kini menjadi ritual baru setelah sikat gigi
Menyelotehimu yang masih memandangi layar sebelum tidur ikut menjadi rutin
Mengigau di tahap 2 NREM sudah jadi hal yang lumrah
Perbincangan sangat tidak penting sampai ke perdebatan oksitosin dan adu nasib pun mewarnai malam

Tawamu yang menyebalkan telah duduk manis di atrium kiri hati
Genggaman tangamu yang kecil itu bisanya mampu membuatku berkeringat
Dekapan lenganmu yang sempit bisanya memicu jantungku berdebar
Senang menyambut kembalinya kupu-kupu di perut

Mengetahui sosokmu ada di dunia sudah cukup bagiku
Apalagi berada di dekatmu yang membuatku merasa beruntung tak karuan
Melihat dambaanku secara nyata semakin tervalidasilah semuanya
Bahwa mimpi memang benar bisa jadi nyata

Kita memang tidak bisa tahu kemana semesta akan membawa
Tapi yang ku tahu bahwa aku bertanggung jawab penuh akan yang terjadi pada masa depanku
Masa depanku ingin kurajut bersama orang sepertimu

MY FAVORITE POEM OF ALL TIME

It's probably unusual 
Just in the mood to post my favorite poem of all time


Aku Ingin
Oleh Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Monday, August 2, 2021

Single Option

Yesterday was torturing
Feeling worried, dejected, fitful, you name it
Frightening, I hate me being weak yesterday
Tried to dominate myself with serenity, yet it still went contrariwise

I'm afraid
I'm afraid of losing you
This what makes me hate attachment
It's been 9 months I tried to run away from it
But you're the first to come up and grant me this headache

None believe me, but I hope you're the one
I suck at love
Sometimes I think I don't fit to talk about it
I prefer to be given dozens of business cases or piles of data to analyze instead of trapping myself in love

I prolly ask you what do you want from me and us
I might understand a bit you can't answer right away
But, please let me be selfish
Tell me what to do
Tell me you're not going anywhere too
I'll be here sitting still holding my love
Await, till you grab it
Yes only "grab", no other option for you.

I'll be chasing you.
I have started. I won't stop. 
Because you are the girl in my dream.

Sunday, August 1, 2021

Dia Yang Dari Mimpi

Aku yakin, 
Gambaran sempurna atas seseorang yang kita dambakan tidak sembarang tercipta
Pengalaman hiduplah yang bertanggung jawab atasnya
Sama dengan sosok dia
Tak kusangka dia ada

Matanya bulat sayu dan sedikit sipit
Hidungnya mungil dan pas di wajahnya yang juga kecil
Bibirnya tebal membuat senyumnya semerbak merona
Rambut coklatnya menjuntai indah dengan catokan diujungnya
Wangi parfumnya lembut untuk diendus
Tangannya yang minimalis pas untuk digenggam dan dicium

Menyelami dirinya membuatku sedikit kaget
Ternyata poin di atas tidak ada apanya dibanding kepribadiannya
Pemberani dan percaya diri
Dua itu cukup untuk membuatnya dikagumi

Prolog III: Hari Pertama di Bulan Kedua

Heran.
Mungkin ini caraNya membantu agar tidak terlalu lama melihat kebelakang untuk kedua kalinya
3 tahun melihat kebelakang sudah cukup pahit
Kali ini ternyata hanya boleh 8 bulan saja lihat kebelakang
8 months of hell

Prolog bab ini adalah tentang perempuan yang tak disangka bisa nyata dari mimpi
Ini tentang kamu
Walau memiliki masih jauh di angan-angan
Tapi menulis keindahanmu adalah wujud syukur akan keberadaanmu

Hari pertama di bulan kedua
Waktu yang pas setelah perbincangan semalam

Saturday, June 5, 2021

Prolog II

Sebelum ini, beberapa kali aku pernah mencoba menulis tentang dia.

Namun waktu itu aku tak sanggup menuliskan sebaris kalimat pun. Jika saja baris pertamanya bisa kutulis, aku yakin bisa menceritakan semuanya hingga ke detil terkecil.

Tapi baris pertama itu tidak sanggup tertulis. Semuanya teramat-sangat jelas sampai-sampai aku tidak tahu harus mulai dari mana.

Ibarat membuat presentasi, terlalu banyak detail menjadikannya membosankan dan tidak bermakna.

Setelah ini, sepertinya kamu yang akan kutulis sampai aku benar-benar sudah mampu membuat cerita lain yang lebih indah.

Potret

Seiring berjalannya waktu kupikir akan mudah melupakan sosoknya

Sosok yang menemaniku mencari baju kerja yang akhirnya membuat dia meleleh sendiri melihatnya

Lucu. Sejak saat itu baju itu hanya kupakai saat bertemu dengannya

Heran. Tak sulit bagiku mendapatkan potret wajahmu dibenakku

Pasti selalu terbayang wajahmu dari depan

Mungkin karena aku yang selalu marah jika kamu tidak memberikan matamu untuk kupandangi terus

Teringat juga caramu memalingkan wajahmu dengan gestur malu dan membiarkanku melihat kepala belakangmu

Sangat jelas nada suaramu berkata benci akan mataku


Lucunya. Indah sekali momen bersamamu. 

Kemarin kulihat ada pertanyaan, “Jika bisa memutar waktu, ingin bertemu seseorang dari awal atau tidak ingin bertemu selamanya?”

Coba jawab!

Jawabanku mungkin sama denganmu. Tak ada kata, hanya senyum simpul sambil membayangkan senyum manismu.


Thursday, April 22, 2021

Si Besar dan Si Kecil

Aku penasaran
Yang benar, kamu memang seperti ini,
Atau,
Kamu hanya cari perhatian?


Kalau memang seperti ini,
Tak ku sangka, kamu punya sifat meninggi
Kalau kamu cari perhatian, 
Kamu sudah tau aku tak pernah suka perilaku berlebihan


Jadi kamu siapa selama kita bersama?
Katamu itu pertama kalinya kau jadi dirimu
Berarti yang kemarin bukan dirimu? 
Aku direndahkan melulu


Tapi tak perlu kau jawab
Kini kamu semakin pandai berkilah, aku susah percaya


Aku sadar
Sifatmu kala itu hanya meresonansi diriku saja
Segala energi positif dan kasih sayangku,
tercerminkan pada dirimu yang katanya pertama kalinya merasa sangat bahagia dalam hidup


Namun,
Kau pun masih sempat pertanyakan
“Mana sayangmu, mana rindumu?”
Hei.... Semuanya sudah ku berikan padamu.
Apa masih belum cukup? Sayangnya ku tak bisa berikan jantungku padamu agar kau percaya


Mungkin aku harus mulai belajar menciptakan momen besar seperti yang kusukai
Orang sepertiku yang hidup dari hal kecil sepertinya sulit untuk orang hargai
Semoga suatu saat kamu mengerti,
Seberapa berdarahnya aku agar bisa melihat kamu tenang


Tapi kamu memang tidak paham
Gestur besar yang selalu kamu perhatikan
Jangan terlalu tinggi,
Di atas tidak ada oksigen, 
Tak perlu kamu kasihani aku lagi setitik pun dalam hidupmu yang kamu pikir ada dibawah
Disini banyak oksigen